Selasa, 05 Mei 2020

Yunani Kecam Jet Turki karena Mata-matai Helikopter Menhan

 Pemerintah Yunani mengecam militer Turki karena melecehkan negaranya dengan mengirim dua jet tempur untuk mengintai perjalanan helikopter menteri pertahanan. 

Kecaman itu muncul setelah dua jet Turki memata-matai helikopter yang membawa Menteri Pertahanan Yunani Nikos Panagiotopoulos dan Kepala Staf Militer Yunani Jenderal Konstatinos Floros dari Pulau Inousses.

Sebelumnya, Panagiotopoulos dan Floros juga mengunjungi sebuah pangkalan militer yang berdekatan dengan perbatasan Turki.


Dilansir AFP, kantor berita Yunani, Ana, melaporkan dua jet tempur Turki terbang di atas Pulau Inousses pada ketinggian 1.000 meter tak lama setelah helikopter Panagiotopoulos dan Floros terbang dari pulau itu.

Tak lama, dua jet tempur itu pun terbang menuju pulau Agathonissi di atas ketinggian 518 meter.

Kementerian Luar Negeri Yunani menyatakan dengan tegas "mengutuk pelecehan" tersebut dan mendesak Turki untuk menghormati aturan yang berlaku "seperti negara lain di kawasan."

Sebelum insiden itu terjadi, sejumlah jet tempur Yunani juga dilaporkan sempat mencegat jet-jet Turki yang dinilai Athena telah melanggar ruang udara negaranya.

Pencegatan ini bukan pertama terjadi. Pada April 2018 lalu seorang pilot militer Yunani meninggal ketika pesawatnya jatuh setelah melakukan pencegatan pesawat Turki. 

WHO Anggap AS Spekulatif Tuding Lab di China Sumber Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat belum bisa memberikan bukti bahwa virus corona (Covid-19) dibuat di sebuah laboratorium di Wuhan, China.

Mengutip AFP, Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menyatakan pernyataan Pemerintah AS soal sumber virus corona masih bersifat spekulatif.

"Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus," ucap Ryan mengutip AFP, Selasa (5/5).


"Jadi dari sudut pandang kami ini masih spekulatif," tambahnya.
Tudingan virus corona berasal dari sebuah laboratorium Institut Virologi di Wuhan, China kembali mengemuka saat diucapkan Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu (1/5). Dia mengklaim memiliki bukti mengenai hal itu.

"Ya, saya punya," kata Trump.

Wartawan lantas bertanya lebih dalam data yang dijadikan rujukan Trump ketika menyebut virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China. Namun, Trump tak mau memberi tahu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan hal serupa pada Senin (4/5). Dia bersikukuh memiliki bukti kuat bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China.

Hal itu diungkap Pompeo dalam wawancara di program "This Week" dari stasiun televisi Australia ABC. Meski demikian, Pompeo tidak merinci lebih lanjut soal klaim "sejumlah bukti signifikan" terkait tuduhan terhadap laboratorium Wuhan itu.

Laboratorium Institut Virologi Wuhan sendiri sudah pernah membantah tudingan yang menyebut lembaga itu sebagai sumber penyebaran virus corona (Covid-19) di awal kemunculannya di China.
Lihat juga: Trump Klaim Punya Bukti Lab China Sumber Virus Corona
Direktur laboratorium itu, Yuan Zhiming, mengatakan mustahil jika virus corona datang dari laboratoriumnya. Dia mengatakan itu dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah China, CGTN pada April lalu.

"Saya tahu itu tidak mungkin. Sebagai orang yang melakukan studi viral, kami mengetahui dengan jelas penelitian apa yang tengah dilakukan di institut ini dan bagaimana institut ini mengelola berbagai virus dan sampel," kata Yuan seperti dilansir AFP, Minggu (19/4). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar